Di makam Kadilangu ini juga dilakukan ritual 'penjamasan' (penyucian) tiga pusaka penting yang menjadi benda bersejarah. Ketiga pusaka yang dijamas itu adalah 'kutang' atau rompi Ontokusumo, keris Kiai Crubuk, dan keris Kiai Sangkelat.
Sejarah keberadaan Masjid Sunan Kalijaga di Kadilangu Demak tak lepas dari perjalanan dakwah Sunan Kalijaga yang di masa tuanya akhirnya memilih untuk tinggal di Desa Kadilangu. Cerita ini berawal dari keinginan Sunan Kalijaga untuk mencari tempat tinggal tetap, karena selama ini beliau telah banyak berdakwah mengelilingi seluruh penjuru tanah Jawa, Sumatra dan wilayah Melayu. Keinginan tersebut disambut baik oleh Sultan Abdul Fattah selaku pemimpin Kesultanan Demak dengan menganugerahkan sebidang tanah perdikan yang letaknya tak jauh dari pusat kota pemerintahan Demak Bintoro.